16 Januari, 2009

Taman Sari


Taman Sari sering disebut juga dengan Istana Taman Air, karena dulunya taman ini merupakan taman kerajaan yang sebagian besar bangunannya berada di dalam air. Selain sebagai taman kerajaan, tempat itu juga berfungsi sebagai benteng pertahanan terhadap musuh, tempat meditasi Raja, tempat berlatih kemiliteran bagi pasukan kerajaan, sebagai tempat membuat batik bagi para selir dan putri Raja. Letak Taman Sari berada beberapa ratus meter di sebelah selatan Kraton Yogja. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I atau sekitar akhir abad XVII. Sebagai tenaga ahli strukturnya adalah orang Portugis asli, yang mendapat gelar kerajaan Demang Tegis. Tidak heran apabila dulunya Taman Sari dikelilingi oleh air yang mirip dengan negara Portugal.

Di bangunan tersebut juga terdapat lorong-lorong yang konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Taman Sari dengan Kraton Yogyakarta. Bahkan ada legenda yang menyebutkan bahwa lorong ini tembus ke pantai selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul yang konon menjadi istri bagi raja-raja Kesultanan Yogya. Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.

Taman Sari mempunyai 2 pintu gerbang utama yaitu Gapuro Agung (yang berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang berada dibagian Timur). Dahulu Raja masuk tempat ini melalui Gapuro Panggung, yang mana pengunjung saat ini bisa juga masuk lewat area ini. Tapi saat ini yang digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Taman Sari hanya bisa melalui Gapuro Panggung saja karena di luar Gapuro Agung sudah dijadikan pemukiman penduduk. Bentuk pintu gerbang/Gapuronya sangat indah yang merupakan gaya asli Jawa. Pada detail dari Gapuro ini merupakan motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.

Di lingkungan Taman Sari ini dapat dijumpai masjid Saka Tunggal yang memiliki satu buah tiang. Meskipun masjid ini dibangun pada abad XX, namun keunikannya tetap dapat menjadi aset dikompleks ini. Kawasan Taman Sari ini sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik yang berupa lukisan maupun konveksi. Kampung Taman Sari ini sangat dikenal sehingga banyak mendapat kunjungan baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak jauh dari Taman Sari, dapat dijumpai Pasar Ngasem yang merupakan pasar tradisional dan pasar burung terbesar di Yogyakarta.

Taman Sari adalah sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Taman Sari memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan Taman Sari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif utuh dan terawat serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata. Beberapa hal inilah yang membuat objek wisata ini dapat menjadi pilihan alternatif bagi Anda yang berkunjung ke Yogyakarta.

5 komentar: